TARI RENTAK BULIAN ADALAH BUDAYA MELAYU INDRAGIRI HULU
TARI RENTAK BULIAN ADALAH BUDAYA MELAYU INDRAGIRI HULU
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sansakerta
yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal)
diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi, dan akal manusia. Budaya
adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah
kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari
banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Kebudayaan merupakan suatu
sistem yang membentuk tatanan kehidupan dalam sekelompok masyarakat.
Pertumbuhan kebudayaan sangat erat hubungannya dengan perkembangan kehidupan
kelompok masyarakat yang memilikinya,termasuk segala bentuk kegiatan yang
berhubungan dengan penggunaan aspek gerak tubuh yang terdapat dalam sebuah
kesenian.
Adapun
kebudayaan yang tercipta di setiap daerah merupakan suatu ciri khas dari daerah
itu sendiri. Salah satu budaya melayu yang ada di Indragir Hulu adalah Tari
Rentak Bulian. Tari Rentak Bulian adalah salah satu seni terkemuka dari
Kabupaten Indragiri Hulu. Rentak Bulian merupakan ritual pengobatan, dimana
diambil dari Kata Rentak dan Bulian. Rentak yang maksudnya merentak atau
melangkah, dan Bulian adalah tempat singgah mahluk bunian atau mahluk halus
dalam bahasa daerah Indragiri Hulu. Tarian Rentak Bulian ini sangat kental
dengan suasana dan unsur magis, dan sebelum ritual tari dilakukan dilakukan ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama oleh penari. Ritual tersebut
diantaranya sebagai berikut:
·
Penari adalah terdiri dari delapan orang muda yaitu 7
( tujuh ) perawan dara yang cantik dan molek tidak sedang kotor (bersih dari
haid), serta 1 ( satu ) orang pemuda gagah perkasa yang baligh
·
Hapal benar
gerak dan laku tari
·
Setiap penari tak ada yang berdekatan bertalian darah
·
Seluruh penari
mendapat izin tetua adat kampung
·
Sebelum menari, penari sudah diasapi dengan gaharu
·
Alat musik harus di keramati
·
Mayang pinang terpilih mudanya serta perapian tak
boleh di mantera
Acara ritual tari ini dilakukan sebelum pertunjukan
tari. Apabila ritual tari ini diindahkan, biasanya akan mendapat celaka yang
tak di inginkan. Dalam jalannya tari, tubuh para penari biasanya akan dalam keadaan
siap menari dengan catatan sehat dan juga akan menjadi media penolak bala oleh
para mahluk gaib. Biasanya pula penari pria akan dalam keadaan setengah sadar
pada akhir puncak tari. Pada waktu itulah pula penari pria tersebut akan
memecahkan mayang pinang sebagai media pengobatan dengan merentak mengelilingi
penari perempuan lainnya.
PERLENGKAPAN
TARI
·
Bulian : Sejenis rumah rumahan atau pondok untuk
tempat ritual
·
Perapian :
Tempat untuk membakar sesaji
· Kapur Sirih :
Alat untuk membuat balak atau tanda silang
·
Mayang Pinang : Pohon pinang dan diukir motif melayu
· Baju Adat :
Untuk dipakai para penari dan pemusik
·
Alat Musik : Untuk pengiring tari
ALAT MUSIK
PENGIRING TARI
·
Gong (alat dari besi logam sebagai pengiring ritme
langkah kaki penari)
·
Seruling (alat tiup dari buluh bambu pilihan berlubang
tujuh sampai duabelas sebagai tangga nada)
·
Ketok-ketok
(dari sebongkah batang kelapa tua yang berdiameter 30-45 cm, di lubangi
menyerupai kentongan pada daerah jawa)
·
Tambur (gendang besar sebagai bass)
·
Kerincing pada
kaki penari Gendang
BENTUK PENYAJIAN TARI RENTAK BULIAN
Dalam tari Rentak Bulian geraknya
monoton dengan motif rentak atau disebut dengan merentak, yaitu
menghentak-hentakkan kaki. Kumantan menari diikuti penari-penari yang ada
dibelakangnya.
1).Menyembah guru di Padang
(ditempat terbuka) Gerak menyembah guru Di Padang merupakan gerak yang
menggambarkan bahwa mayarakat masih mempercayai hal-hal mistis. Gerak yang
dipimpin oleh kumantan yang berada pada barisan paling depan dengan didampingi
Bujang Bayu pada sisi kanan dan sisi kiri Kumantan. Bujang bayu membawa
pedupaan atau bara dan mayang pinang. Bujang Bayu adalah penari yang ada di
sisi kanan dan kiri kumantan.
2) Merentak Gerak meghentakkan kaki
secara bergantian kanan dan kiri. penari saling memegang pinggang penari yang
berada di depannya. Sedangkan Bujang bayu yang berada pada sisi kanan dan kiri
Kumantan, mengoleskan arang dan kapur sirih pada bagian lengan kanan dan kiri
Kumantan.
3) Goyang pucuk Menggerakkan tangan
keatas yang menggambarkan bahwa penari sedang mengambil mayang pinang guna
mempersiapkan sesajian untuk mengadakan upacara bulian. Sedangkan Bujang bayu
yang berada pada sisi kanan dan kiri Kumantan, masih dalam posisi mengoleskan
arang dan kapur sirih pada bagian lengan kanan dan kiri Kumantan.
4) Sembah Gerak menyembah yang menggambarkan bahwa sedang menyembah makhluk
halus yang akan membantu jalannya acara upacara Bulean. Makhluk halus ini akan
merasuki tubuh Kumantan. menggerakkan kedua tangan yang disatukan seperti
menyembah dan digerakkan kesegala arah.
5) Meracik Limau Gerak meracik limau adalah gerak yang menggambarkan bahwa
penari sedang meracik limau atau jeruk purut. Geraknya mengayunkan tangan
seperti orang meracik limau dengan posisi badan duduk. Kumantan bergerak
mengelilingi penari lainnya secara merata keseluruhan untuk melihat kondisi
yang sedang dialami bahwa penari akan baik-baik saja.
6) Merenjis Limau (memercik limau)
Merenjis limau adalah gerak yang menggambarkan penari memercikkan limau kepada
orang yang sakit di dalam upacara Bulean. Air limau yang sudah diracik
dipercikkan kepada orang yang akan diobati. Geraknya pun seperti orang
memercikkan limau, tangan kesamping kanan kiri dengan jari dikembangkan.
Kumantan memecahkan mayang pinang yang diguakan untuk mengusir roh-roh jahat
yang mengganggu penari.
7) Empat Penjuru Gerak empat penjuru ini menggambarkan bahwa telah
selesainya pengobatan pada upacara Bulian. geraknya menggambarkan pengusiran
penyakit yang telah diangkat dari orang yang sakit. Dilakukan keempat penjuru.
Kumantan mengelilingi kembali para penari dengan mengipaskan mayang pinang
kerah masing-masing penari untuk mengusir roh-roh jahat yang mencoba
mengganggu.
JALANNYA TARI
Tari
diawali dengan musik yang bertalu dengan langkah rentak bulian khas irama daerah
setempat. Para penari berturut-turut dari seorang penari laki-laki yang berada
di tengah apitan dua orang penari perempuan yang membawa mayang pinang dan
perapian, serta lima penari perempuan lainnya berjejer berurut dibelakang
penari laki-laki masuk ke tengah arena tari di mana telak terletak sebuah
bulian. Langkah kaki mereka kaku dan tangan menyilang kedada depan. Penari
laki-laki yang bertelanjang dada dan bersayap putih adalah pemimpin gerak
dengan tatap mata yang tajan disebut batin. Dua penari perempuan dikanan dan
kiri batin adalah pengawal yang bertugas membawa kelengkapan upacara yaitu
perapian disebelah kiri, dan mayang pinang disebelah kanan.
Semua
penari bergerak dipimpin batin sampai ke bulian. Dalam pada itu, sesampai di
bulian batin melakukan upacara dibantu dua orang pengawal. Dari mengapikan
perapian sampai dengan mengasapi mayang pinang serta membalak tubuh atau
membuat tanda silang pada tubuh penari laki-laki. Lima penari lainnya bergerak
mengikuti ritme musik dalam posisi duduk dan mengambil sikap menyembah batin.
Setelah batin selesai upacaranya
maka ia akan mentilik para penari perempua di sekitar bulian. Para penari
perempuan termasuk pengawal akan mengantisipasi apabila secara tiba-tiba batin
dalam keadaan setengah sadar. Ketika batin dalam keadaan setengah sadar, ia
akan memecahkan mayang pinang sebagai simbolik pengobatan, kemudian kembali ia
mengitari penari perempuan untuk menghilangkan bala. Sang pengawal mengambil
sikap menjaga para penari lainnya dari bahaya ketidaksadaran sang batin.
Pengawal akan merebut mayang dan batin kembali terjaga dari keadaan setengah
sadarnya. Berikutnya, para penari akan mengitari bulian dan mengambil sikap
pause atau berhenti sejenak dalam tari lalu kembali bergerak meninggalkan area
tari .
Inilah contoh Tarian Rentak Bulian dari SMP Negeri 1 Seberida
Inilah contoh Tarian Rentak Bulian dari SMP Negeri 1 Seberida
//eprints.uny.ac.id/22872
/1/SKRIPSI%20ANNISA%20SATRIATI_11209241005.pdf https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya http://regionalinvestment.bkpm.go.id/newsipid/commodityarea.php?ia=1402&ic=2512 http://www.riaudailyphoto.com/2011/04/tari-rentak-bulian.html#sthash.HK52gCVe.dpuf
http://wartasejarah.blogspot.co.id/2016/01/tari-rentak-bulian-adalah-budaya-melayu.html
Komentar
Posting Komentar